Jumat, 23 Januari 2026

Manfaat Olahraga Paralayang

manfaat olahraga paralayang

1. Melatih keseimbangan tubuh
Saat paralayang, tubuh harus menjaga stabilitas di udara sehingga koordinasi dan keseimbangan tubuh terlatih dengan baik.

2.Membantu membakar kalori
Aktivitas fisik, ketegangan otot, dan peningkatan adrenalin membuat metabolisme tubuh bekerja lebih aktif.

3.Memacu adrenalin
Ketinggian dan kecepatan memicu hormon adrenalin yang meningkatkan kewaspadaan dan energi tubuh.

4.Menguatkan otot lengan dan tubuh bagian atas
Mengendalikan parasut membutuhkan kekuatan tangan, lengan, dan bahu secara konsisten.

5.Mengurangi stres
Fokus penuh saat terbang dan suasana alam membantu mengalihkan pikiran dari tekanan mental sehari-hari.

3 jenis parasut paralayang

3 jenis parasut paralayang
Parasut paralayang pemula dirancang dengan tingkat stabilitas yang sangat tinggi sehingga aman digunakan oleh pilot yang masih belajar. Jenis ini mudah dikendalikan, memiliki respons yang lambat dan toleran terhadap kesalahan, sehingga membantu pilot memahami teknik dasar seperti take-off, pengendalian arah, dan landing. Namun, performanya relatif rendah karena kecepatan dan kemampuan meluncurnya tidak terlalu jauh, sehingga lebih difokuskan pada keselamatan daripada jarak tempuh.

Parasut paralayang menengah digunakan oleh pilot yang sudah memiliki pengalaman dan kontrol dasar yang baik. Jenis ini menawarkan keseimbangan antara stabilitas dan performa, dengan respons yang lebih cepat serta efisiensi terbang yang lebih baik dibandingkan parasut pemula. Paralayang menengah cocok untuk penerbangan jarak menengah dan eksplorasi thermal ringan, tetapi tetap menuntut konsentrasi dan teknik yang lebih matang karena kesalahan pilot akan lebih terasa.

Parasut paralayang profesional dikembangkan untuk pilot berpengalaman dan keperluan kompetisi. Jenis ini memiliki performa tinggi, kecepatan lebih besar, serta kemampuan meluncur yang sangat efisien, namun tingkat stabilitasnya lebih rendah dibandingkan dua jenis sebelumnya. Karena sangat sensitif terhadap turbulensi dan input pilot, paralayang profesional membutuhkan keterampilan tinggi, pengambilan keputusan cepat, dan pengalaman terbang yang matang untuk mengoperasikannya dengan aman.

Pesona Paralayang Desa Wayu, Melihat Kelestarian Sigi dari Ketinggian


Pesona Paralayang Desa Wayu, Melihat Kelestarian Sigi dari Ketinggian



Nationalgeographic.co.id―Dari sebuah warung kopi di depan landasan terbang Paralayang Desa Wayu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, saya tengah bersantai. Kami menunggu rombongan paralayang dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kabupaten Sigi yang akan memamerkan adrenalin dalam rangka penyambutan rangkaian acara Festival Lestari V.

Atraksi penerbangan paralyang itu berlangsung pada 22 Juni 2023. Sementara Festival Lestari berlangsung dari 23―25 Juni 2023 di Kabupaten Sigi sebagai kegiatan dari Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

Sembari menunggu, di warung itu kami menikmati pemandangan kota Palu dan teluknya dari ketinggian. Salah satu penjaga warungnya bernama Rosanti berusia 23 tahun. Dia menyodorkan kopi robusta yang sering ditanam oleh masyarakat desa ini kepada kami.

Saya lihat, Rosanti menggunakan jersey paralayang. Saya tanyakan kepadanya, apakah nanti akan ikut mengudara bersama teman-teman FASI? "Iya," jawabnya. 

Rosanti mengatakan bahwa dirinya telah dilatih selama dua tahun dari tahun 2019 hingga 2020, dan sudah berlisensi. Dia telah 90 kali mengudara, dan ini adalah yang keempat kalinya mencoba di Desa Wayu, tempatnya tinggal.

Awalnya pada tahun 2019, Rosanti diajak oleh Ketua FASI Kab. Sigi Amir Mahmud yang sering ke mari. Dari ajakan itulah, ia memiliki kemauan sendiri untuk mencoba menjadi penerbang paralayang.

"Kebetulan di Desa Wayu, potensinya paralayang. Masak sih yang asli sini ndak mau ikut. Tidak mungkin dari luar terus," kata Rosanti. "Masak sih, asli dari sini cuma jadi penonton aja, ndak ada yang mau jadi pegiatnya."

Desa Wayu digadangkan sebagai tempat paralayang "terbaik se-Asia Tenggara". Agustus 2022, desa ini menjadi tuan rumah ajang Paragliding World Cup (PWC) yang melibatkan 32 atlet dari seluruh dunia.

Hal ini semakin menjanjikan Desa Wayu sebagai tempat yang berpotensi untuk paralayang. Rosanti pun unjuk gigi kali ini.

Rosanti tidak sendiri, pegiat lokal lainnya adalah Fraz Arkiang yang baru ikut bergabung tahun 2021.

"Di sini ada empat pegiat yang kami latih dengan bantuan Dinas Pariwisata," kata Amir dalam sebuah pertemuan sebelum penerbangan. "Hanya saja yang bertahan [untuk tetap konsisten] itu hanya dua [orang] sekarang."


Sensasi Terbang Bebas: Paralayang Puncak Bogor

Sensasi Terbang Bebas: Paralayang Puncak Bogor, Wajib Dicoba



Paralayang Puncak Bogor – Pernah membayangkan rasanya terbang bebas seperti burung di langit biru? Nah, Nesian Trippers bisa banget mewujudkan impian itu tanpa harus jadi pilot sungguhan. Cukup meluncur ke kawasan Puncak, Bogor, dan nikmati sensasi luar biasa lewat olahraga ekstrem yang lagi hits banget : Paralayang Puncak Bogor!

Dari atas ketinggian, pemandangan hijau pegunungan, hamparan kebun teh, dan jalanan berliku yang ikonik jadi sajian istimewa. Tapi bukan cuma soal pemandangan, aktivitas paralayang ini juga menawarkan pengalaman seru yang bisa bikin adrenalin Nesian Trippers terpacu. Yuk, kita ulik bareng kenapa Paralayang di Puncak Bogor wajib masuk bucket list!

Apa Itu Paralayang?
Sebelum terjun, yuk kenalan dulu dengan olahraga yang satu ini. Paralayang atau paragliding adalah olahraga udara yang menggunakan parasut khusus untuk meluncur dari ketinggian. Nesian Trippers akan terbang bareng pilot berlisensi, jadi nggak perlu khawatir soal keamanan.


Biasanya paralayang dilakukan dari atas bukit atau gunung, dan Puncak Bogor punya salah satu spot terbaik di Indonesia buat aktivitas ini. Berlokasi di Bukit Gantole, Gunung Mas, tempat ini jadi favorit para pecinta langit dan petualangan.

Lokasi Paralayang Puncak Bogor

Paralayang Puncak berlokasi di Bukit Gantole, Agrowisata Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lokasinya strategis banget, cuma butuh sekitar 2-3 jam perjalanan dari Jakarta. Jadi kalau Nesian Trippers mau short getaway yang nggak terlalu jauh tapi tetap seru, ini pilihan tepat.

Jalur menuju lokasi juga mudah diakses, tapi karena ini kawasan wisata hits, disarankan datang pagi-pagi biar terhindar dari kemacetan yang sering melanda kawasan Puncak.

Harga dan Paket Terbang Paralayang Puncak, tersedia paket tandem. Artinya, Nesian Trippers akan terbang bareng instruktur profesional. Tinggal duduk manis, nikmati pemandangan, dan biarkan angin membawa Nesian Trippers melayang.

Harga Paket Tandem (2025) :

  • Tiket Terbang : Rp600.000 – Rp650.000/orang.
  • Dokumentasi (GoPro) : Rp 300.000.
  • Asuransi dan Safety Gear : Sudah termasuk

Tips hemat : Nesian Trippers bisa cek promo atau diskon open trip dari Tournesia sebagai agen wisata terpercaya. Kadang ada harga spesial kalau datang rombongan!


Syarat dan Ketentuan

Sebelum meluncur ke langit, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan :

  • Berat badan maksimal : 85 kg (tergantung kondisi angin).
  • Minimal usia : 17 tahun.
  • Kondisi fisik : Sehat jasmani dan tidak punya riwayat jantung.
  • Pakaian : Gunakan pakaian nyaman dan sepatu tertutup.

wajib mengikuti briefing singkat dari instruktur sebelum take-off. Jangan lupa untuk tetap tenang dan percaya sama pilot, ya!


Sensasi Terbang Bebas: Paralayang Puncak Bogor, Wajib Dicoba



Kamis, 22 Januari 2026

potensi wisata paralayang desa klangon

Potensi wisata paralayang desa Klangon

Dengan letak geografisnya yang dikelilingi pegunungan, Kabupaten Madiun menjadi tempat yang memiliki potensi wisata tak terbatas. Salab satunya Desa Klangon yang terletak di Kecamatan Saradan, kembali menunjukkan pesonanya sebagai destinasi tempat Paralayang yang menarik. Tak ayal, Desa Klangon menjadi lokasi event olahraga Paralayang tingkat Jawa Timur, Sabtu (26/8/2023).


70 atlet Paralayang dari 18 kontingen Kota dan Kabupaten di Jawa Timur turut serta dalam event ini. Keahlian mereka dalam terbang menarik antusiasme warga setempat, bahkan Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami, hadir untuk memberikan dukungan. Pada kesempatan tersebut, Bupati Madiun, menyatakan bahwa menurut para ahli, fasilitas dan teknis Paralayang di Desa Klangon nya sangat memadai baik untuk pertandingan maupun sebagai wisata. “Kami telah bekerja keras agar tempat ini siap digunakan dan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), tes event ini menjadi langkah awal. Dalam Porprov nanti, kami akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik, terutama mengingat waktu yang semakin dekat”, ujarnya.


Kaji Mbing sapaan Lekat Bupati Madiun,njuga berbicara tentang rencana jangka panjang. ” Atlet Paralayang Kabupaten Madiun baru ada satu dan selanjutnya akan terus kami dukung. Kami akan melakukan sosialisasi kepada anak-anak, agar mereka tertarik untuk menjadi atlet Paralayang dari Kabupaten Madiun. Paralayang sebenarnya bukanlah olahraga yang menakutkan, asalkan dipahami secara teori dan teknisnya”, jelasnya.


Dalam wawancara dengan Sekretaris Paralayang Jawa Timur, Samsul Hadi, mengungkapkan bahwa lokasi Desa Klangon sangat cocok untuk paralayang. “Survei yang kami lakukan sebelum bulan puasa menunjukkan bahwa arah terbang yang panjang terbentang ke arah timur, yang sangat sesuai untuk terbang paralayang. Potensi ini bisa dimanfaatkan selama sekitar delapan bulan setiap tahun, memenuhi syarat ketepatan mendarat. Di sini, akurasi dalam terbang sangat terpenuhi dan ini sangat cocok untuk event kejuaraan termasuk Porprov bahkan tingkat Nasional, dengan perbaikan-perbaikan kecil untuk membuatnya semakin sempurna”, pujinya.


Dukungan juga datang dari Kepala Desa Klangon, Didik, yang berharap potensi paralayang ini tidak hanya berdampak pada olahraga, tetapi juga sebagai magnet wisata. “Kami berharap Desa Klangon bisa menjadi tempat yang menarik bagi atlet paralayang tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga nasional dan bahkan internasional. Kami akan terus mendukung pengembangan fasilitas di sini untuk mengakomodasi kebutuhan para atlet dan wisatawan.”


Dengan tempat paralayang yang semakin berkembang, Kabupaten Madiun telah menemukan daya tarik baru yang berpotensi menjadi daya tarik utama di bidang olahraga dan pariwisata di masa mendatang.

Alat Paralayang Wajib Disiapkan Sebelum Terbang


Bagi Anda yang ingin menjajal aktivitas terbang paralayang. Tentu saja, tidak akan bisa terbang jika tidak menggunakan alat paralayang. Peralatan untuk terbang paralayang ini sangat banyak, namun ada beberapa yang sangat penting.

Tanpa peralatan ini, Anda tidak hanya sekedar tidak bisa terbang. Namun, tidak bisa terbang dengan aman. Karena itu, bukan hanya sekedar menyiapkan salah satunya saja. Semua peralatan harus dilengkapi agar bisa menjamin keamanan Anda selama di udara.


5 Alat Paralayang


alat paralayang

Seperti yang disebutkan sebelumnya, adanya peralatan terbang paralayang adalah hal yang sangat penting dan vital. Sebelum terbang, Anda juga harus mencari tahu alat apa saja yang diperlukan untuk terbang paralayang.


Sekalipun, Anda menggunakan jasa penyedia peralatan paralayang dan pendamping selama terbang. Anda tetap harus tahu peralatan apa saja yang diperlukan. Dengan begitu, Anda bisa lebih memastikan selama melakukan olahraga terbang ini.


Berikut adalah berbagai peralatan paralayang yang penting dan dibutuhkan untuk terbang:


1. Parasut

Alat pertama yang paling penting, vital, dan wajib tentu saja adalah parasut. Parasut digunakan untuk menjaga Anda tetap di udara dan memberikan efek terbang. Tidak hanya sekedar ada parasut saja, Anda juga perlu memperhatikan jenis parasut yang digunakan.


Karena ada berbagai jenis parasut dalam dunia olahraga terbang. Mulai dari parasut yang memang didesain untuk para pemula, parasut atraksi yang digunakan oleh para profesional, sampai parasut khusus yang dibuat untuk kompetisi.


2. Helm

Alat paralayang selanjutnya adalah helm yang berfungsi sebagai pelindung kepala. Selama di udara, Anda tidak tahu kapan kecelakaan pada pendaratan atau penerbangan menimpa Anda. Menggunakan helm bisa melindungi Anda dan meminimalisir efek cedera.


Tidak hanya sekedar helm, pastikan helm yang Anda gunakan merupakan helm yang memang dibuat khusus untuk paralayang. Helm juga wajib memenuhi standar dalam olahraga terbang. Lebih baik lagi, jika helm sudah dilengkapi dengan kacamata dan radio untuk perlindungan ekstra.


3. Sepatu yang Tertutup

Sebenarnya tidak ada sepatu khusus yang perlu disiapkan untuk olahraga terbang paralayang. Hal yang paling penting, sepatu harus menutupi seluruh bagian kaki. Gunakan juga sepatu dengan sol yang tebal untuk perlindungan lebih maksimal.


Tidak hanya perlindungan yang maksimal saja, namun untuk memberikan jejakan yang lebih mantap. Baik pada saat Anda mencoba terbang maupun dalam proses pendaratan.


4. Sarung Tangan

Alat paralayang satu ini mungkin terkesan remeh, namun ternyata sangat diperlukan selama penerbangan maupun pendaratan. Alat yang dimaksud adalah sarung tangan tebal, sama seperti sepatu. Tidak ada jenis sarung tangan khusus yang dianjurkan untuk terbang paralayang.


Namun, sarung tangan yang digunakan wajib memiliki bahan yang tebal dan tidak mudah robek. Karena tidak hanya kaki Anda, Anda juga perlu melindungi bagian tangan. Apalagi, Anda akan menggunakan tangan untuk mengendalikan parasut dengan tali yang dikaitkan.


5. Seat Harness

Sesuai dengan namanya, seat harness adalah peralatan yang digunakan untuk duduk dan menjadi penyangga ketika terbang. Bisa dibilang, seat harness merupakan tumpuan pertama para penerbang. Karena itu, sangat penting untuk memastikan peralatan ini ada.


Tidak hanya itu, seat harness harus terpasang dengan benar dan kuat. Pastikan tali parasut sudah terkait dengan erat pada harness tempat duduk. Seat harness sendiri harus terbuat dari bahan kuat dan sesuai dengan bobot tubuh orang yang akan menggunakannya.


Karena itu, pastikan dulu tipe seat harness sebelum menggunakannya. Pastikan sesuai dengan berat badan Anda yang akan menggunakannya.


6. Parasut Cadangan

Alat paralayang selanjutnya yang harus disiapkan adalah parasut cadangan. Satu parasut saja tidak cukup untuk olahraga terbang ini. Setiap penerbangan paralayang, wajib memiliki parasut cadangan dengan akses yang mudah.


Tujuannya tentu saja sebagai cadangan bagi Anda selama terbang di udara. Karena ada kemungkinan kegagalan parasut utama ketika dibuka. Jika hal ini terjadi, Anda bisa membuka parasut cadangan untuk menyelamatkan Anda.


Parasut cadangan biasanya dilengkapi dengan GPS, radio HT, dan Windmeter. Hal ini untuk menjaga keselamatan Anda dan meminimalisir resiko kecelakaan selama penerbangan.



alat paralayang yang wajib disiapkan

Rekor Muri Paralayang


Atlet Paralayang berhasil memecahkan rekor muri dengan 110 atlet terbang di atas awan sebagai rangkaian dari kegiatan Sidang Umum ke-110 Federasi Aeronaumatika Internasonal (FAI) di Bali.

Atlet Paralayang beraksi saat pemecahan rekor muri di Kawasan Wisata Gunung Payung, Kabupaten Badung, Bali. Atlet Paralayang berhasil memecahkan rekor muri dengan 110 atlet terbang di atas awan sebagai rangkaian dari kegiatan Sidang Umum ke-110 Federasi Aeronaumatika Internasonal (FAI) di Bali.


Cabor Paralayang PON XX Papua Catatkan Rekor MURI




Jayapura: Cabang olahraga paralayang pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada nomor tandem lintas alam yang diikuti 22 parasut atau 44 orang. 

Rekor itu adalah terbang parasut tandem terbanyak, yang dilakukan di Bukit Kampung Buton Skyline, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Ketua Paralayang Indonesia Wahyu Yudha kepada mengatakan rekor ini dicatatkan di Tanah Papua di mana terbang parasut tandem XC ini belum pernah ada sebelumnya. "Hari ini di saat pelaksanaan lomba paralayang PON Papua, nomor tandem lintas alam, kami sekaligus mencatatkan rekor MURI dengan terbang parasut paralayang tandem terbanyak, sejumlah 22 parasut atau 44 atlet," katanya, Selasa (5/10).

Menurut Wahyu, ke depan harapannya, pemerintah daerah baik kabupaten, kota dapat mendukung pengembangan paralayang di seluruh Indonesia. "Karena didukung oleh letak geografis yang sangat strategis, cocok untuk kegiatan paralayang, tidak hanya untuk arah prestasi, tapi juga untuk rekreasi," ujarnya. 



Rekor itu adalah terbang parasut tandem terbanyak, yang dilakukan di Bukit Kampung Buton Skyline, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Ketua Paralayang Indonesia Wahyu Yudha kepada mengatakan rekor ini dicatatkan di Tanah Papua di mana terbang parasut tandem XC ini belum pernah ada sebelumnya. "Hari ini di saat pelaksanaan lomba paralayang PON Papua, nomor tandem lintas alam, kami sekaligus mencatatkan rekor MURI dengan terbang parasut paralayang tandem terbanyak, sejumlah 22 parasut atau 44 atlet," katanya, Selasa (5/10).

Menurut Wahyu, ke depan harapannya, pemerintah daerah baik kabupaten, kota dapat mendukung pengembangan paralayang di seluruh Indonesia. "Karena didukung oleh letak geografis yang sangat strategis, cocok untuk kegiatan paralayang, tidak hanya untuk arah prestasi, tapi juga untuk rekreasi," ujarnya. 

Dia menjelaskan, pengembangan cabang olahraga ini bisa dilakukan dengan cara edukasi (pendidikan paralayang). Khususnya bagi pemuda pemudi lokal untuk menjadi atlet paralayang, sekaligus bisa juga untuk menjadi pemandu paralayang bagi wisatawan ke depannya.

Sebelumnya, cabang olahraga tersebut pada Senin (3/10) telah menyelesaikan babak pertama nomor lintas alam (cross country), baik untuk kategori individual putra, individual putri, beregu putra dan beregu putri. 

Nomor lintas alam ini diikuti oleh seluruh atlet yang terdiri dari 46 atlet putra dan 18 atlet putri yang berasal dari sembilan provinsi, di mana kegiatan ini dilaksanakan di arena paralayang Kampung Buton, Kota Jayapura. 

Sedangkan pada Jumat (1/10), cabang olahraga paralayang telah menyelesaikan babak keempat nomor ketepatan mendarat atau accuracy pada PON XX Papua. Nomor tandem ketepatan mendarat ini diikuti oleh 23 pasang atlet paralayang (total 46 orang) yang berasal dari sembilan provinsi. (ben)




PARALAYANG INDONESIA, PERJALANAN DARI MASA KE MASA



PARALAYANG INDONESIA, PERJALANAN DARI MASA KE MASA


Pada tahun 1988, seorang fotografer asal Perancis mengirimkan sebuah Parasut Paralayang ke Lody Korua, sebagai imbal jasa ditemaninya Tim Ekspedisi Perancis ke Pulau Seram. Setelah sekian lama tersimpan, parasut ini dipinjamkan kepada (alm) Dudy Arief Wahyudi, untuk selanjutnya dibawa ke Yogyakarta.

Berbekal parasut ini, maka (alm) Dudy dan Gendon Subandono, mencobanya secara otodidak, dengan mempelajari buku manual yang ada, dan inilah perkembangan olahraga Paralayang di Indonesia. Parasut tipe Drakkar Everest ini pun menjadi parasut pertama yang kemudian dipergunakan untuk belajar banyak orang.

Di awal perkembangannya, olahraga paralayang dikenal dengan sebutan olahraga terjun gunung. Kelompok Terjun Gunung Merapi yang didirikan di Yogyakarta menjadi salah satu penanda hadirnya komunitas olahraga dirgantara ini. Ada pula, turis asal Perancis lainnya, Bernard Fode (alm) yang akhirnya menetap di Bali, pada tahun 1990, dan memulai kegiatan terbang Paralayang di Pantai Timbis, Bali.

Pada kurun waktu berikutnya, mulai hadir para penggiat yang mewarnai olahraga ini. Pada tahun 1992 ini tercatat tak lebih dari 5 parasut yang ada di Indonesia. Lokasi yang dipakai untuk kegiatan Paralayang saat itu adalah Puncak, Bukit Sentul, Lido (Jawa Barat), Pantai Parangtritis (Yogyakarta) dan Timbis (Bali).





mengenal paralayang lebih dekat

Paralayang, sebuah olahraga udara yang menantang adrenalin, telah menarik perhatian banyak pecinta petualangan di seluruh dunia. Kegiatan ini tidak hanya menawarkan sensasi terbang bebas di udara, tetapi juga pemandangan menakjubkan yang tidak bisa dinikmati dari darat.

Namun, apa sebenarnya paralayang itu? Bagaimana cara melakukannya, dan apa saja yang perlu diperhatikan oleh para penggemarnya? Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai paralayang dari sudut pandang yang profesional namun tetap mudah dipahami.


Pengertian Paralayang

Paralayang, atau yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai paragliding, adalah sebuah olahraga ekstrem yang melibatkan penerbangan dengan menggunakan parasut khusus yang dirancang untuk meluncur di udara.

Parasut ini dikenal sebagai “glider” atau “sayap” dan biasanya terbuat dari kain nilon yang kuat dan ringan. Penerbang, yang disebut sebagai paraglider, akan duduk di sebuah harness yang terhubung ke glider, dan memanfaatkan kekuatan angin dan thermals (arus udara panas) untuk tetap mengudara.



Mengenal Paralayang Lebih Dekat: Olahraga Udara yang Memukau dan Menantang